Radio Budaya Jawa



Tampilkan postingan dengan label Selamatkan Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selamatkan Alam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Januari 2011

Lindungi Hutan Indonesia

Terdapat keyakinan, dahulu nyaris seluruh daratan Indonesia ditumbuhi hutan. Pada 2003, luas hutan di seluruh Indonesia menyusut sampai 101,73 juta hektar.
Hutan-hutan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tertinggi di dunia, meskipun luas daratannya hanya 1,3 persen dari luas daratan di permukaan bumi.
Kekayaan hayatinya mencapai 11 persen spesies tumbuhan yang terdapat di permukaan bumi. Selain itu, terdapat 10 persen spesies mamalia dari total binatang mamalia bumi, dan 16 persen spesies burung di dunia.

Sejatinya, seberapa luas hutan di Indonesia? Dinas Kehutanan Indonesia pada 1950 pernah merilis peta vegetasi. Peta yang memberikan informasi lugas, bahwa, dulunya sekitar 84 persen luas daratan Indonesia (162.290.000 hektar) pada masa itu, tertutup hutan primer dan sekunder, termasuk seluruh tipe perkebunan.

Peta vegetasi 1950 juga menyebutkan luas hutan per pulau secara berturut-turut, Kalimantan memiliki areal hutan seluas 51.400.000 hektar, Irian Jaya seluas 40.700.000 hektar, Sumatera seluas 37.370.000 hektar, Sulawesi seluas 17.050.000 hektar, Maluku seluas 7.300.000 hektar, Jawa seluas 5.070.000 hektar dan terakhir Bali dan Nusa Tenggara Barat/Timur seluas 3.400.000 hektar.

Menurut catatan pada masa pendudukan Belanda, pada 1939 perkebunan skala besar yang dieksploitasi luasnya mencapai 2,5 juta hektar dan hanya 1,2 juta hektar yang ditanami. Sektor ini mengalami stagnasi sepanjang tahun 1940-an hingga 1950-an. Tahun 1969, luas perkebunan skala kecil hanya mencapai 4,6 juta hektar. Sebagaian besar lahan hutan itu berubah menjadi perkebunan atau persawahan sekitar 1950-an dan 1960-an. Alasan utama pembukaan hutan yang terjadi adalah untuk kepentingan pertanian, terutama untuk budidaya padi.2 

Kamis, 30 Desember 2010

Kurangi Emisi Untuk Selamatkan Alam

Indonesia menyatakan siap menekan tingkat emisi hingga 41% sampai 2020. Komitmen ini akan diikuti langkah aksi yang konkret bila negara-negara maju dan besar berkomitmen menekan tingkat emisi masing-masing secara signifikan. Demikian pernyataan Presiden SBY dalam breakfast meeting on climate change (perubahan iklim) di Hotel Shangri-la Singapore.

Tema pemanasan global memang menjadi topik penting dunia abad ini. Berbagai negara di dunia, terpanggil untuk mengatasi permasalahan besar umat manusia. Ini menunjukkan perang bukan lagi ancaman besar. Secara nyata dan pasti, es di kutup utara sudah mulai mencair sebagai efek pemanasan global. Apa saja yang menjadi dampak pemanasan global itu?

Emisi gas buang dari asap mobil dan motor, AC di perkantoran dan perumahan, efek rumah kaca, gas-gas karbon dari pabrik, sampai pada pembakaran dan penebangan hutan yang serampangan, dan tentu saja walau agak diabaikan, uji coba senjata nuklir, perang, ikut memberi andil pemanasan global.