Radio Budaya Jawa



Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat Keluarga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Oktober 2010

Obat Tradisional Diabetes Melitus

Gejala awal diabetes adalah sering buang air kecil, rasa haus, lensa mata berubah bentuk sehingga pengllihatan menjadi kabur untuk sementara waktu, dan lain-lain.

Diabetes timbul ketidakmampuan mengubah glukosa menjadi tenaga. Ketika kadar gula dalam darah sudah terlalu tinggi, ginjal tidak mampu menyaring semua darah sehingga urine mengandung glukosa.

Pengobatan (Pilih salah satu resep di bawah ini ):

Ramuan Obat Tradisional 1 :
1 butir biji avokad dikeringkan setelah itu dijadikan bubuk. 5 gram bubuk avokad diseduh dengan 200 cc air.
Pemakaian : Minum ramuan 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 2 :
4 biji rambutan disangrai hingga kering kemudian ditumbuk halus. Setelah itu, bubuk biji rambutan direbus dengan air secukupnya.
Pemakaian : Minum selagi hangat, Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 3 :
2-3 sendok makan bubuk kedelai diseduh dengan air secukupnya, kemudian diminum.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 4 :
30 gram rambut jagung dan 100 gram batang kangkung direbus dengan air secukupnya.
Pemakaian : Minum selagi hangat , Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 5 :
100 gram labu parang/labu kuning dan 100 gram labu bligo/labu tangkua ditim, kemudian dimakan.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 6 :
10 lembar daul salam dan 30 gram daun ceplukan direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 7 :
60 gram labu parang (labu kuning) dan 1 buah pare diiris-iris menurut selera lalu dimasak dengan cara ditumis atau masakan lain sesuai selera, kemudian dimakan.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 8 :
2 buah apel , 1 buah avokad, 60 gram labu parang (labu kuning), dan 50 gram nanas dijus kemudian diminum.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 9
Cuci bersih dan Rajang 4 gram umbi bawang merah, 15 gram buah buncis, 10 helai daun salam. Haluskan bahan, lalu campurkan dengan 120 ml air matang. Peras.
Pemakaian : Minum 1 kali sehari sebanyak 100 ml. Lakukan selama 14 hari.

Ramuan 10
Cuci bersih 1/3 genggam dau sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 21 lembar mimba, dan 6 cm batang brotowali. Potong-potong bahan, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas.
Pemakaian : Minum setelah makan, sehari 2 kali, masing-masing 1 gelas.

Ramuan 11
Rebus 12 lembar daun kacapiring dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas.
Pemakaian : Minum sekaligus. Lakukan setiap hari.

Ramuan 12
Belah 1 buah jambu biji setengah matang menjadi 4 bagian, lalu rebus dengan 1 liter air sampai mendidih. Angkat dan setelah dingin disaring.
Pemakaian : Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Ramuan 13
Cuci bersih Tanaman ciplukan yang sudah berbuah dan dicabut beserta akarnya. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring.
Pemakaian : Minum sekaligus, 1 kali sehari.

Ramuan 14
Rebus 2 potong kulit batang jambu monyet dan adas pulawaras secukupnya dengan 2 liter air sampai mendidih. Setelah dingin, saring.
Pemakaian : Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Minggu, 19 September 2010

Inilah 26 Khasiat Jeruk Nipis

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) telah dikenal sejak lama sebagai tanaman yang kaya manfaat. Buahnya berasa pahit, asam dan sedikit dingin, tetapi manfaatnya sangatlah beragam.

Menurut Dr. Setiawan Dalimartha, anggota SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI Jakarta, air buah jeruk nipis dapat digunakan sebagai penyedap masakan, minuman, penyegar, bahan pembuat asam sitrat, serta membersihkan karat pada logam dan kulit yang kotor. Bisa juga sebagai campuran jamu.

Sebagai herbal alami, jeruk nipis berkhasiat untuk menghilangkan sumbatan vital energi, obat batuk, peluruh dahak (mukolitik), peluruh kencing (diuretik) dan keringat, serta membantu proses pencernaan.

Jeruk nipis mengandung minyak terbang limonene dan linalool, juga flavonoid, seperti poncirin, hesperidine, rhoifolin dan naringin. Kandungan buahnya yang masak adalah synephrine dan N-methyltyramine, selain asam sitrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B1, dan C. Asam sitratnya mampu mencegah kekambuhan pada pasien pasca operasi batu ginjal.

Hj. Sarah Kriswanti, herbalis yang tinggal di Bandung, dan Dr. Setiawan Dalimartha dari Hiptri (Himpunan Pengobatan Tradisional dan Akupuntur Indonesia), memberikan tip bagaimana memanfaatkan jeruk nipis sebagai herbal yang membantu penyembuhan penyakit.

1. Ambeien
Sebanyak 10 gr akar pohon jeruk nipis dicuci bersih, lalu direbus dengan air 1 liter selama 1/2 jam, lalu saring. Diminum hangat-hangat 3 kali sehari.

2. Amandel

Kulit 3 jeruk nipis dicuci, dipotong-potong, lalu direbus dengan 2 gelas air hingga airnya tersisa 3/4, saring. Air tersebut dipakai untuk berkumur-kumur. Lakukan 3-4 kali sehari.

3. Anyang-anyangan
Dua jeruk nipis dicuci, diperas lalu diberi gula batu secukupnya dan 1 gelas air panas. Aduk hangat-hangat, minum sekaligus sehari sekali.

4. Batuk

Satu jeruk nipis dicuci, diperas, dicampur dengan 1 _ sendok makan madu dan sedikit garam, aduk hingga rata lalu disaring. Diminum 2-3 kali sehari. Atau perasan jeruk nipis ditambah sepotong gula batu lalu diaduk hingga rata, diminum 1 kali sehari sampai sembuh.

5. Batuk Disertai Influenza

Potong sebuah jeruk nipis masak dan mengandung air yang cukup banyak, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 60 cc air panas. Tambahkan 1/2 sendok teh air kapur sirih sambil diaduk rata. Minum ramuan ini 2 kali sehari 2 sendok makan.

6. Bau Badan

Cara 1:
Potong jeruk nipis yang cukup besar menjadi 2 bagian, olesi bagian irisan dengan kapur sirih tipis-tipis. Oleskan ke ketiak setelah mandi. Biarkan selama 5 menit lalu dibilas, lalukan tiap pagi dan sore.
Cara 2:
Beberapa helai (10) daun muda jeruk nipis ditumbuk sampai halus, dilumatkan, pulung kecil-kecil seperti pil, makan 3 kali sehari.

7. Batu Ginjal
Dua butir perasan jeruk nipis kampung diencerkan dengan 2 gelas air hangat, minum setelah makan malam. Lakukan tiap hari selama 10 hari.

8. Difteri
Dua jeruk nipis dicuci, diperas airnya. Seduh dengan 1 gelas air panas ditambah 1 sendok makan madu. Gunakan untuk berkumur selama dua menit saat masih hangat, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari.

9. Demam atau Flu
Cara 1:
Satu jeruk nipis dicuci lalu diperas, tambah dengan 3 siung bawang merah yang telah dilumatkan dan 1 sendok makan minyak kelapa. Oleskan pada kening penderita.
Cara 2:
Satu jeruk nipis dipanggang sebentar, dipotong, lalu diperas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum sekaligus.

10. Haid Tidak Teratur
Tiga sendok makan air jeruk nipis ditambah 1 sendok makan madu dan 2 gelas air panas diaduk rata. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari

11. Sehabis Melahirkan
Satu sendok makan kapur sirih ditambah 2 sendok makan minyak kayu putih dan 2 butir perasan jeruk nipis kampung, diaduk sampai rata, balurkan pada perut. Lakukan selama 3 bulan tiap hari sehabis mandi, agar perut terhindar dari keriput, tetap halus dan kempis seperti sediakala.

12. Jerawat
Satu jeruk nipis diiris kemudian digosokkan pada kulit wajah.

13. Mencegah Rambut Rontok atau Berketombe
Dua jeruk nipis dipotong menjadi tiga bagian, oleskan pada kulit kepala sampai rata. Bungkus kepala dengan handuk semalaman, keramas keesokan harinya. Lakukan 3 kali seminggu.

14. Melebatkan Rambut

Satu butir kuning telur ayam kampung dikocok dengan perasan 3 butir jeruk nipis kampung sampai rata. Gosokkan pada kulit kepala, pijit-pijit sampai merata, biarkan selama 2 jam baru dibilas dengan sampo merang agar rambut menjadi mengkilap dan lebat. Sampo merang dibuat dari 1 ikat merang, dibakar sampai menjadi arang, bukan abu, rendam dalam air dan biarkan semalaman. Saring, dan sampo merang siap untuk keramas.

15. Menghentikan Kebiasaan Merokok
Iris 1 jeruk nipis, isap lalu minum air putih. Lakukan beberapa kali sehari.

16. Vertigo

Setengah genggam daun jeruk nipis dilumatkan. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis. Gosokkan ke tengkuk, pelipis, dan dahi. Lakukan 2 kali sehari.

17. Radang Tenggorokan

Potong 3 buah jeruk nipis masak, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 1/2 cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu sambil diaduk rata. Selagi hangat, gunakan ramun ini untuk berkumur selama 2-3 menit. Lakukan 3 kali sehari.

18. Lendir di Tenggorokan
Potong 2 buah jeruk nipis, peras airnya, tampung di gelas. Tambahkan sedikit garam, lalu aduk sampai rata. Ramuan ini dapat diminum pada saat perut kosong.

19. Kurap atau Panu
Cuci 1 genggam akar landep (Barleria prionitis L.) sampai bersih, lalu tumbuk halus. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis sambil diaduk rata. Balurkan pada bagian kulit yang terkena kurap atau panu, lalu balut dengan kain perban. Ganti balutan 2 kali sehari sampai sembuh.

20. Demam/Panas Saat Malaria
Sediakan 3 lembar daun jeruk nipis dan daun kendal (Cordia obliqua Willd.) (Blumea balsamifera L.) , dan 5 lembar daun prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.). Rebus bahan-bahan tersebut dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Air saringan tersebut dibagi dua, diminum pagi dan sore.

21. Terkilir

Tiga Buah jeruk nipis masak dan banyak airnya dibelah menjadi dua. Masukkan ke dalam poci lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas, kemudian ditutup. Setelah dingin diambil jeruknya kemudian diperas dan disaring. Tambahkan 2 sendok makan minyak kayu putih dan 2 sendok makan minyak gandapura. Ramuan ini dipakai untuk mengurut bagian yang cedera. Setelah itu minum 3/4 gelas air kelapa hijau muda. Lakukan 3 kali sehari.

22. Pegal Linu
Cuci daun jeruk nipis, daun ketepeng cina, dan daun sambiloto (masing-masing 1/3 genggam), 10 lembar daun sirih, 2 jari akar pepaya, 2 jari akar kepayang, 3 jari akar kelor, dan 10 buah cabai rawit, lalu tumbuk sampai halus. Rendam ramuan tersebut dalam 1 liter alkohol selama 7 hari. Air perasannya dapat digunakan untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit.

23. Sakit Gigi
Campurkan air jeruk nipis, gilingan akar kecubung hitam dan gilingan legetan warak masing-masing 1 sendok makan. Tambahkan 3/4 cangkir air garam ke dalamnya, lalu aduk sampai rata. Selanjutnya peras ramuan tersebut dan saring. Gunakan air saringannya untuk berkumur selama beberapa menit, lalu buang. Lakukan 4-6 kali sehari.

24. Melangsingkan Badan
Tambahkan air perasan satu buah jeruk nipis ke dalam cangkir air teh hijau. Minum ramuan ini setiap pagi dan sore hari. Lakukan setiap hari.

25. Menambah Stamina

Campurkan sebutir kuning telur ayam kampung, air perasan 1 buah jeruk nipis dan sedikit irisan gula merah. Aduk sampai rata, lalu minum. Lakukan sekali dalam seminggu.

26. Tekanan Darah Tinggi

Sediakan 20 kuntum bunga dan 30 lembar daun jeruk nipis. Cuci sampai bersih, lalu tambahkan air perasan 2 buah jeruk nipis. Rebus bahan-bahan tersebut dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin, saring. Air saringannya diminum 3 kali sehari 3/4 gelas. Minum ramuan ini ditambah sedikit madu. Lakukan setiap hari.

sumber : http://health.kompas.com/

Senin, 06 September 2010

MENGATASI BATUK DENGAN RAMUAN HERBAL

Batuk merupakan gangguan yang umum dan sering dialami oleh semua orang. Gangguan ini merupakan reaksi tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Reflek batuk dapat disebabkan rangsangan tertentu seperti debu, asap rokok, polusi udara, dan bau-bauan. Juga karena perubahan suhu yang mendadak, alergi, atau karena infeksi oleh virus dan bakteri. Benda-benda asing tersebut berubah menjadi lendir di saluran pernapasan, kemudian otot-otot tubuh berusaha mengeluarkan lendir tersebut hingga terjadilah batuk. Apabila substansi asing tersebut dapat dikeluarkan maka batuk akan berhenti. Dengan demikian batuk dapat berfungsi untuk membersihkan saluran pernafasan dari zat-zat perangsang dan partikel-partikel infeksi sehingga merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Namun batuk yang berlebihan atau terjadi terus menerus menunjukan adanya suatu gangguan dalam tubuh terutama di saluran pernafasan.

Batuk bukan merupakan gangguan tersendiri, keberadaaannya seringkali merupakan gejala adanya penyakit lain, yang paling sering adalah karena infeksi saluran pernafasan atas seperti flu dan pilek. Selain itu, juga dapat disebabkan adanya penyakit bronkhitis, sinusitis, asma, alergi, radang paru-paru, TBC paru, dan lain-lain. Gangguan batuk sering timbul pada saat pergantian musim (pancaroba) atau pada musim hujan dan cuaca dingin. Hal ini karena virus dan bakteri lebih tahan pada suhu yang dingin. Selain itu, pada saat musim pancaroba kekebalan tubuh kita juga cenderung menurun sehingga mudah terkena serangan virus dan bakteri penyebab batuk, flu dan pilek.

Batuk biasanya dibedakan menjadi dua jenis yaitu batuk yang produktif atau mengeluarkan dahak serta batuk yang tidak produktif atau batuk kering. Kedua jenis batuk tersebut dapat bersifat akut atau kronis. Batuk akut adalah batuk yang berlangsung kurang dari 3 minggu, dan terjadi dalam 1 episode. Batuk jenis ini biasanya timbul secara tiba-tiba dan seringkali disebabkan oleh flu, pilek, sinusitis atau alergi. Sedangkan batuk kronis adalah batuk yang terjadi lebih dari 3 minggu, biasanya disebabkan oleh penyakit bronkhitis, asma, TBC paru, atau batuk rejan .

Seringkali dalam pengobatan batuk banyak orang yang minum obat antibiotik tanpa resep dokter. Padahal apabila batuk tersebut disebabkan oleh virus seperti batuk influenza, pemberian antibiotik akan sia-sia karena antibiotik tidak dapat membunuh virus. Atibiotik berkhasiat membunuh kuman/bakteri jadi hanya digunakan apabila batuk disebabkan oleh infeksi bakteri. Pemberian antibiotik yang sembarangan tersebut dapat menyebabkan tubuh lama kelamaan akan kebal/resisten terhadap antibiotik dan sistem immun menjadi menurun.

Batuk sering dianggap kebanyakan orang sebagai gangguan yang ringan dan bisa berhenti sendiri, padahal bukan tidak mungkin merupakan gejala adanya penyakit yang lebih serius. Waspadailah apabila batuk berkepanjangan, disertai dengan suhu tubuh tinggi atau mengeluarkan dahak yang berwarna kuning kehijauan yang menandakan adanya infeksi sekunder, disertai keringat dingin pada malam hari (gejala TBC paru), dan batuk berdarah yang mengindikasikan adanya luka atau infeksi dalam tubuh. Melalui percikan batuk, mikrobia patogen penyebab infeksi dapat tersebar dan menularkan penyakitnya pada orang lain. Oleh karena itu, pada saat terserang batuk sebaiknya menggunakan masker untuk menghindari penularan pada orang lain.

Untuk menghindari datangnya batuk atau mencegah agar tidak semakin parah dan mempercepat penyembuhannya, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan :

* menghentikan kebiasaan merokok dan jauhi asap rokok dari orang lain.

* Jika mudah alergi, hindari hal-hal yang dapat memicunya seperti debu, bulu binatang, asap, dan jangan menggunakan kipas angin

* Hindari makanan yang digoreng/berminyak, manis, pedas, minuman dingin/es, kafein dan alkohol.

* Konsumsikan makanan yang bergizi dan seimbang untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

* Minum minuman panas seperti teh jahe atau jeruk panas untuk membantu melegakan tenggorokan. Hirup uap panas dari wadah yang berisi air panas/mendidih.

* Istirahat dan tidur yang cukup.

Herbal yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi batuk diantaranya bersifat menghangatkan dan mempunyai efek/khasiat meredakan batuk (antitussive), peluruh dahak (expectorant), penurun panas (antipiretik), anti-infeksi, antiradang (anti-inflamasi), dan merangsang imunitas/daya tahan tubuh (imunostimulator).

Berikut beberapa tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi batuk .


1.Daun sirih (Piper betle L.)
Khasiat : menghentikan batuk (anti-tussive), mengurangi peradangan, antiseptik, antijamur, menghilangkan gatal.

2.Jahe (Zingiber officinale Rosc.)
Khasiat : menghangatkan pernafasan, peluruh dahak, antiradang. Untuk batuk karena flu, pilek dan masuk angin.

3.Kencur (Kaempferia galanga L.)
Khasiat : peluruh dahak, meredakan batuk.

4.Kulit Jeruk Mandarin (Citrus nobilis Lour.)
Khasiat : peluruh dahak, antiasma

5.Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.)
Khasiat : antiradang, anti-infeksi, menurunkan panas, analgetik, menetralkan material toksik/racun, merangsang imunitas tubuh. untuk batuk flu, bronkhitis, TBC paru, radang paru, batuk rejan

6.Pegagan (Centella asiatica Urb.)
Khasiat : anti-infeksi, antibakteri, menurunkan panas, menetralkan materal toksik. untuk batuk flu, bronkhitis, flek paru, radang paru, batuk rejan

7.Daun Saga (Abrus precatorius L.)
Khasiat : antiradang, menurunkan panas.

8.Umbi bunga lili/pahap (Lilium sp.)
Khasiat : meredakan batuk, antihistamin, meredakan asma, batuk darah.

9.Daun Mentha (Mentha sp)
Khasiat : meredakan batuk, peluruh dahak.

10.Jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle.)
Khasiat : meredakan batuk, peluruh dahak, antioksidan.

Berikut beberapa contoh ramuan herbal untuk membantu mengatasi batuk.

* 10 gram jahe + 10 gram kulit jeruk mandarin kering + 10 gram daun mentha + 20 gram kencur, dicuci bersih dan diiris-iris, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, setelah hangat disaring, tambahkan air perasan jeruk nipis dan madu, diminum. (untuk batuk berdahak, batuk pilek, flu, masuk angin, melegakan tenggorokan)

* 30 gram pegagan segar + 15 gram daun saga segar, dicuci bersih, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan gula batu secukupnya, diminum 2 kali sehari, masing-masing 150 cc. (untuk batuk kering, batuk darah, bronkhitis akut, demam, sakit tenggorokan)

* 7-10 lembar daun sirih dan 2 siung bawang putih, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan madu atau gula batu, diminum 2 kali sehari. (untuk batuk disertai gatal tenggorokan, bronkhitis akut)

* 10-15 gam sambiloto kering + 30 gram umbi bunga lili/pahap + 15 gram pegagan kering, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan madu secukupnya, diminum 2-3 kali sehari. (untuk TBC paru disertai batuk dan batuk darah, bronkhitis, batuk rejan, radang paru)

* catatan : pilih salah satu resep yang sesuai. Disarankan tetap konsultasi ke dokter terutama bila batuk berkepanjangan atau serius.

Sumber: hembing

Senin, 23 Agustus 2010

Asam Urat Tinggi (Gout)

Serangan nyeri akibat gout (asam urat tinggi) seringkali terjadi mendadak saat tidur, yang biasanya menyerang ibu jari kaki, tumit, dan lutut. Daerah di sekitar persendian memerah, bengkak, dan mengkilat.
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghindari asam urat antara lain:
• Mengurangi pengkonsumsian jeroan, daging, kacang, kol, kembang kol, kangkung, bayam, rebung, es, daging kambing, emping/melinjo, kerang, dan lain-lain.
• Menghindari minuman beralkohol
• Memperbanyak minum air.

Gout adalah sejenis artritis yang disebabkan oleh pengendapan asam urat pada persendian. Asam urat merupakan hasil metabolisme yang mengalir melalui peredaran darah. Jika kadar asam urat terlalu tinngi atau terlalu sedikit yang dibuang melalui air kencing, akan terbentuk kristal-kristal kecil dan akan mengendap pada salah satu persendian hingga menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat, bengkak di sekitar persendian, dan terjadinya kelainan bentuk persendian.

Pengobatan (Pilih Salah satu ramuan di bawah ini):

Ramuan 1 :
200 gram ubi jalar merah, 5 butir kapulaga, 5 butir cenkeh, 1 butir biji pala, 1 ruas ibu jari kayu manis, 15 gram jahe merah, 10 butir merica, dan gula merah secukupnya direbus dengan 1 ½ liter air hingga tersisa ½ liter. Airnya diminum selagi hangat dan ubinya dapat dimakan. Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari

Ramuan 2 :
10 lembar daun salam direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc air, kemudian airnya diminum selagi hangat.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari

Ramuan 3 :
Takokak secukupnya dikonsumsi menurut selera, dan dilakukan secara teratur.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari

Ramuan 4 :
Buah leunca secukupnya dikonsumsi.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari

Ramuan 5 :
Rebus 1 sendok biji seledri dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas air.
Pemakaian : Minum sekaligus hangat-hangat. Lakukan 2-3 kali sehari, tergantung pada beratnya penyakit.

Ramuan 6 :
Cuci bersih 100 lembar daun kumis kucing segar, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas air. Setelah dingin, saring.
Pemakaian : Ramuan diminum sekaligus dan dilakukan pada pagi hari.

Ramuan 7 :

Cuci bersih 30 gram herba tempuyung segar. Lalu rebus dengan 3 gelas air bersih sampai hanya tersisa 1 gelas air.
Pemakaian : Minum setelah dingin.

Ramuan 8 :
Cuci bersih 30 gram herba suruhan segar. Tumbuk halus, lalu peras.
Pemakaian : Air perasan diminum sekaligus.

Ramuan 9 :
Belah 1 buah pare mentah segar, buang bijinya. Setelah itu, cuci bersih dan potong-potong, lalu rebus dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu saring.
Pemakaian : Minum sekaligus, satu kali sehari.

Ramuan 10 :
Cuci 5 lembar daun salam hingga bersih, lalu rebus dengan 5 gelas air hingga hanya tersisa 1 gelas.
Pemakaian : Minum 3 kali sehari.

Senin, 02 Agustus 2010

Herbal-herbal Penurun Kolesterol

Penyakit jantung koroner dua kali lebih besar mengancam orang-orang yang mempunyai kadar kolesterol 200-240 mg persen dibandingkan mereka yang kadarnya di bawah 240 mg persen.

Kolesterol adalah komponen asam lemak yang terdapat dalam darah. Zat ini sangat diperlukan oleh tubuh untuk proses-proses tertentu bagi kelangsungan hidup. Di antaranya untuk membentuk hormon, membentuk sel, dan merawat sel-sel saraf.

Tetapi, dalam jumlah berlebih kolesterol menjadi ancaman serius bagi tubuh, bahkan bisa menyebabkan kematian. Penyakit yang disebabkan kolesterol adalah aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), penyakit jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, dan hiperkolesterolemia.

Kadar kolesterol dalam darah bisa diatasi dengan pengobatan secara tradisional dengan memakai aneka tumbuhan yang banyak hidup di Indonesia. Praktik ini sudah berlangsung dari generasi ke generasi.

Yang biasa dimanfaatkan untuk pengobatan kolesterol tinggi adalah daun jati belanda (Guazuma ulmifolia), kemuning (Murraya paniculata), dan tempuyung (Sonchus arvensis).

Daun jati belanda dipercaya bisa meluruhkan lemak dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Tanaman yang berasal dari negara Amerika beriklim tropis ini tumbuh secara liar di wilayah tropis lainnya seperti di Pulau Jawa.

Jati belanda mengandung senyawa tannin, damar, triterpen, alkaloid, karotenoid, flavonoid, dan asam fenol. Selain bisa menurunkan kadar kolesterol, tanaman ini juga berkhasiat untuk melangsingkan tubuh, astrigen, sebagai obat diare dan obat batuk.

Sedangkan kemuning mengandung atsiri, damar, tannin, glikosida, dan meransin. Tanaman yang biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar ini bisa dipakai untuk mengobati radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkhitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, sakit gigi, dan haid tidak teratur. Juga untuk mengurangi lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus), memar akibat benturan, rematik, keseleo, digigit serangga dan ular berbisa, ekzema, dan luka terbuka pada kulit.

Tanaman tempuyung memiliki rasa pahit dan bersifat mendinginkan. Pada prinsipnya semua bagian tanaman ini bisa dimanfaatkan. Tapi, yang paling sering adalah bagian daunnya. Penurun kadar kolesterol tinggi dengan kandungan kimia saponin, flavonoida, politenol, alfa-lactucerol, beta-lactucerol, manitol, inositol, kalium, silika, dan taraksasterol adalah manfaat yang bisa didapatkan dari daun tempuyung.

Bila diramu, jati belanda, kemuning, dan tempuyung bisa menjadi obat herbal untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Inilah yang dilakukan oleh PT Indofarma. Ketiga herbal tadi diramu menjadi sebuah produk herbal yang diberi nama Prolipid. Sesuai dengan kandungan bahan-bahan pembuatnya, herbal ini membantu menurunkan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah.

Hasil penelitian

Senyawa tanin dan musilago yang terkandung dalam daun Jati belanda dapat mengendapkan mukosa protein yang ada di dalam permukaan usus halus sehingga dapat mengurangi penyerapan makanan. Dengan demikian proses obesitas (kegemukan) dapat dihambat.

Hasil penelitian tentang daun jati belanda memperkuat penggunaannya secara ilmiah sebagai tanaman obat. Ekstrak daun jati belanda yang diberikan secara oral dengan konsentrasi 15 persen dan 30 persen dapat menurunkan kadar kolesterol total serum kelinci.

Sedangkan hasil penelitian pada daun kemuning menunjukkan, pemberian infus daun ini sebesar 10 persen, 20 persen, 30 persen, dan 40 persen sebanyak 0,5 ml pada mencit dapat menurunkan berat badannya secara bermakna. Ini menunjukkan telah terjadi peningkatan pembakaran lemak tubuh. Kolesterol merupakan salah satu komponen dari lemak.

Beberapa teori yang lain menyebutkan bahwa khasiat daun jati belanda dan kemuning adalah karena kandungan damarnya. Mekanismenya sebagai berikut, kolesterol yang terbentuk menjadi asam empedu berikatan dengan damar dan segera dieksresi melalui feses. Cepatnya asam empedu dieksresikan oleh tubuh akan disertai oleh cepatnya pembentukan asam empedu sehingga kolesterol dalam tubuh segera diubah menjadi asam empedu. Dengan demikian, proses ini akan mengurangi kadar kolesterol.

Sementara itu, bahan simplisia yang digunakan berkhasiat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pembakaran timbunan lemak dalam tubuh akan meningkat. Dengan demikian akan mengurangi kadar lemak tubuh. Ini berarti akan mengurangi terbentuknya kolesterol karena lemak merupakan faktor risiko tinggi terhadap kolesterol.

Karena merupakan bahan-bahan alami, jika digunakan secara teratur dan terukur, herbal-herbal ini bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Pentingnya Mengendalikan Kolesterol

Lipid atau lemak terdapat dalam makanan kita sehari-hari. Lemak tidak pernah larut dalam plasma darah. Kecuali bila berikatan dengan protein tertentu, ia bisa menyatu dan mengambang dalam darah.

Kolesterol, ditinjau dari sudut kimiawi, diklasifikasikan dalam golongan lipida (lemak) yang berkomponen alkohol steroid. Sebagian besar berfungsi sebagai sumber kalori dalam makanan.

Lemak sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain sebagai cadangan makanan dan pelarut vitamin A, D, E, dan K, lipid juga berfungsi untuk memelihara jaringan saraf dalam tubuh. Tetapi, kadar lemak berlebihan akan memberikan efek yang serius berupa kerusakan pembuluh koroner. Kolesterol berperan dalam proses pengapura dinding pembuluh darah koroner.

Menurut Product Manager PT Indofarma, Agus Kuanto, unsur lemak dalam plasma adalah kolesterol, trigliserida, fosfolipid, dan asam lemak bebas. Tiga unsur yang pertama berikatan dengan protein tertentu membentuk lipo protein. Sedangkan unsur lemak yang terakhir berikatan dengan albumin.

Lemak yang berasal dari makanan mengalami pemecahan menjadi asam lemak bebas, trigliserida, fosfolipid dan kolesterol selama proses pencernaan dalam usus karena di-assembling dan diserap ke dalam darah dalam pembentukan kilomikron.

”Menurut penelitian di Amerika Serikat, kadar kolesterol dianggap tinggi atau hiperkolesterolemia jika mencapai 240 mg persen,” katanya.

Penyakit jantung koroner dua kali lebih besar mengancam orang-orang yang mempunyai kadar kolesterol 200-240 mg persen dibandingkan mereka yang kadarnya di bawah 240 mg persen.

Ancaman ini akan meningkat menjadi empat kali lebih besar apabila kadar kolesterolnya di atas 300 mg persen. Kadar kolesterol dalam darah dapat berubah-ubah setiap waktu tergantung pola makan. Namun, perubahan itu tidak seberapa besar.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kolesterol adalah faktor genetik, umur, jenis kelamin, dan lingkungan. Kadar kolesterol ini cenderung meningkat pada orang-orang yang gemuk, kurang berolahraga, stres, dan perokok.

”Pola makan sehari-hari tidak dapat diabaikan begitu saja. Sebab diet merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya kadar kolesterol dalam darah,” ungkap Agus. (jar )

Sumber : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=229459&kat_id=150

Kamis, 25 Maret 2010

ASAM JAWA


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Tamarindus indica L.
2. Nama daerah : wit asem (Jawa), bak mee (Aceh), asam jawa (Kalimantan), tangkal asam (Sunda), celagi (Bali), dan asang jawi (Gorontalo).
3. Nama asing tamarind (Inggris), suan jiao (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Buah asam jawa memiliki rasa manis, asam, dan bersifat sejuk. Buah asam jawa mengandung bahan kimia, seperti gula invert, tartaric acid, citric acid, serine, ß-alanin, vitamin B3, geranial, llimonene, peptin, pro line, leusin, phenylalanine, dan pipecolic acid. Bagian daun mengandung stexin, iovitexin, dan isoorientin, sedangkan pada kulit kayu mengandung zat tanin.
Efek farmakologis asam jawa di antaranya antiseptik, menghilangkan rasa sakit, peluruh kandungan (abortivum), penurun panas, penambah nafsu makan, sebagai astringen, dan tonik.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan asam jawa dapat dilakukan dengan biji, cangkok, dan okulasi. Asam jawa dirawat dengan penyiraman cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk deilgan pupuk organik. Tumbuhan mi membutuhkan tempat yang cukup matahari.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Buah tanpa biji, daun, dan kulit biji terluar dapat digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Batuk
Cuci 10 g daging buah asam, seduh dengan 1 gelas air panas, lalu minum bersama gula merah secnkupnya 1 gelas sehari.
2. Bisul
Cuci bersih daun asam jawa dan rimpang kunyit secukupnya, tumbuk halus, lalu tempelkan pada bisul. Lakukan secara rutin sampai bisul hilang.
3. Borok karena luka
Cuci bersih biji asam atau daun kering secukupnya, tumbuk halus, oleskan pada borok, lalu balut. Lakukan secara rutin sampal borok hilang.
4. Gangguan pencernaan
Seduh 1—2 g bubuk kulit kayu asam dengan 1 gelas air panas, minum secara rutin 1 gelas sehari.
5. Karang gigi
Sangrai biji asam secukupnya, tumbuk sampai halus, lalu gosokkan ke bagian karang gigi dengan kain atau sikat gigi.
6. Menurunkan berat badan
Cuci buah asam masak secukupnya, kupas kulitnya, lalu makan.
7. Mencegah rambut rontok
Campur buah asam yang sudah masak dengan sedikit air. Gunakan ramuan untuk mengurut kulit kepala, cuci dengan sampo, lalu bilas dengan air bersih.
8. Radang payudara
Cuci bersih buah asam jawa secukupnya lalu remas sampai hancur. Campur sedikit air garam ke dalamnya, aduk rata, lalu tempelkan pada payudara yang sakit Setelah dibalur merata, balut dengan kain.
9. Rematik dan bengkak karena terpukul (lebam)
Cuci bersih daun muda asam jawa dan rimpang kunyit secukupnya lalu giling sampai halus. Seduh hasil gilingan dengan sedikit air panas lalu balurkan pada bagian yang sakit. Lakukan secara rutin sampai sembuh.
10. Sariawan
Cuci bersih buah asam jawa atau bubuk kulit kayu asam jawa lalu campurkan dengan air secukupnya lalu gunakan untuk berkumur.

Catatan wanita hamil dilarang memakan buah asam jawa yang tua

ANYANG-ANYANG


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Elaeocarpus grandiflora.
2. Nama daerah : anyang-anyang, kayu anyang (Jawa); ambit, kemaitan, raja sor, dan rejasa (Sunda).
3. Nama asing : -

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Anyang-anyang memiliki rasa sangat pahit dan bersifat sejuk. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam anyang-anyang di antaranya minyak terbang, zat samak, dan ubar merah pada bunga. Bagian buahnya mengandung saponin, zat pahit, dan elakorpit.
Efek farrnakologis yang dimiiki oleh anyang-anyang di antaranya penurun panas, antiinflamasi, dan sebagai astringen.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan anyang-anyang dilakukan dengan setek dan biji. Anyang-anyang dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar. Tumbuhan inl menghendaki tempat yang cukup matahari atau sedikit terlindung.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian tumbuhan yang dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit di antaranya daun, buah, getah daun, batang, dan biji. Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan anyang-anyang adalah sebagai berikut.
1. Air kencing sedikit (anyang-anyangen)
Cuci bersih 2—5 g buah anyang-anyang kering, tumbuk, lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa 1/2 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum air rebusannya sekaligus secara rutin 1 gelas sehari.
2. Borok dan bisul
Cuci bersih daun muda anyang-anyang secukupnya, tumbuk halus, lalu tempelkan pada kulit yang terkena borok dan bisul.
3. Mencret menahun, sakit kepala sebelah, atau migren
Cuci bersih 250 g kulit batang anyang-anyang lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan sekaligus 1 gelas sehari.
4. Sariawan
Cuci bersih 250 g kulit buah anyang-anyang lalu rebus dengan 2 gelas sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan làlu gunakan untuk berkumur. Lakukan secara rutin 1 kali sehari.

ANTING-ANTING


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Acalypha australis L.
2. Nama daerah : pohon kucing - kucingan (Melayu).
3. Nama asing : tie nun (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Anting-anting memililci rasa pabit dan bersifat sejuk. Kandungan kimia tumbuhan mi belum banyak diketahui, tetapi kegunaan dan tumbuhan mi tela}i banyak diketahui dan pengalaman turun-temurun.
Efek farmakologis yang dimiliki oleh anting-anting di antaranya antibiotik, antiradang, peluruh kencing, sebagai astringen, dan menghentikan pendarahan.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan anting-anting dapat dilakukan dengan biji. Anting-anting dirawat dengan disiram air yang cukup, dipupuk dengan pupuk dasar, terutama pupuk organilç dan dijaga kelembapan tanahnya. Tumbuhan mi menghendaki tempat yang sedikit terlmndung.

B. BAGIAN TUMBUHAN YANG BIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Seluruh bagian tumbuhan, baik dalam keadaan segar atau kering, dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyalcit sebagai berikut.
1. Berak darah, mimisan, dan batuk
Cud 30—60 g tumbuhan anting-anfing kering lain rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa i gelas. Dinginkan lalu minum 2 kali sehari masingmasing 1/2 gelas.
2. Disentri
Cuci bersih 30—60 g tumbuhan anting-anting kering laIn rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu minum 2 kali sehari masingmasing 1/2 gelas. Lakukan secara teratur selama 5—10 hari.
3. Diare dan muntah darah
Rebus 30—60 g tumbuhan kering dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, lalu dinginkan. Minum air rebusan 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
4. Pendarahan dan luka luar
Luniatkan herba anting-anting segar secukupnya lalu campurkan dengan gula pasir secukupnya. Tempelkan hasil lumatannya ke tempat luka.

ANGGRUNG


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Trema orientaiis Bl.
2. Nama daerah : bengkire (Aceh), bongkoreyon (Batak), mangkirai (Minangkabau), anggrung (Jawa), dan kuray (Sunda).
3. Nama asing : –

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Sifat tumbuhan anggrung belurn diketahui, tetapi beberapa bahan kimia yang terkandung dalam anggrung di antaranya saponin, flavonoid, dan polifenol. Efek farmakologis yang dimiiki oleh anggrung adalah sebagai anti diare dan antispasmodik.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan anggrung dapat dilakukan dengan rimpang, anakan, atau biji. Anggrung dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan ini menghendaki tempat yang cukup matahari.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian daun anggrung dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.



1. Batuk
Cuci bersih 10 g daun anggrung segar lalu rebus dengan 2—3 gelas air selama 25 menit. Setelah dingin, saring, buat menjadi 2 gelas, lalu minum saat pagi dan sore hari. Tambahkan jeruk nipis dan madu secukupnya saat minum ramuan ini.
2. Diare
Cuci bersih 8 g daun segar, campur dengan 2 gelas air, lalu rebus. Setelah 25 menit, saring, dan buat menjadi 2 gelas. Minum 2 kali sehari di waktu pagi dan sore hari masing-masing 1 gelas.
3. Masuk angin, nyeri perut, dan disentri
Cuci bersih 5 g akar, campur dengan 2 gelas air, lalu rebus. Setelab 25 menit, dinginkan rebusan, lalu saring dan buat menjadi 2 gelas. Minum 2 kaIi sehari di waktu pagi dan sore hari masing-masing 1 gelas.

ANDONG


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Cordyline fruticosa (Linn.)
2. Nama daerah hanjuanq (Sunda), andong (Jawa), penjuang (Dayak), kayu urip (Madura), endong (Bali).
3. Nama asing –

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Andong memiiki rasa manis, hambar, dan bersifat menyejukkan. Kandungan kimia dan tumbuhan ini belum banyak diketahui, tetapi kegunaan dari tumbuhan ini telah banyak diketahui, di antaranya menyejukkan darah, menghentikan pendarahan, dan menghilangkan bengkak karena memar (antiswelling)

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUIJAN
Perbanyakan andong dapat dilakukan dengan setek batang dan stump. Setek dilakukan melalui batang yang keras dipotong 5—10 cm dan daun yang ada dibuang semuanya. Stump diperoleh dengan mencabut tumbuhan andong liar kemudian dipindahkan ke tempat budi daya, misalnya pot. Andong dirawat dengan disirami air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Seluruh bagian tumbuhan, yaitu bunga, daun, dan akar dapat digunakan untuk berbagai penyakit sebagai berikut.

1. Kencing berdarah
Rebus 60—100 g daun andong segar atau 30—60 g akar andong kering dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring , lalu minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari.
2. Mencegah keguguran, haid terlalu banyak, dan wasir berdarah
Cuci bersih 15—30 g daun andong kering, atan 9—15 g bunga andong kering atau 6—io g akar andong kering lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari.
3. Nyeri lambung dan ulu hati
Cuci bersih 15—30 g daun andong kering atau 6—10 akar andong kering. Rebus bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari.
4. TBC (tuberkolosis)
Cuci bersih 15—30 g daun andong kering atau 9—15 g bunga andong kering, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, lalu dinginkan. Minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari.
5. Terlambat haid
Rebus 6o—100 g daun andong segar atau 30—60 g akar andong kering dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari.

ALPUKAT


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Persea americana Mill.
2. Nama daerah apokad (Melayu), apuket (Sunda), apokat (Jawa).
3. Nama asing : avocado pear (Inggris), yiu lie (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Tumbuhan alpukat, terutama bagian daun, memiliki rasa pahit dan kelat. Kulit ranting mengandung beberapa zat kimia di antaranya minyak terbang, seperti methylehavikol, alphapinene, tanin, dan flavonoid. Daging buah mengandung lemak jenuh, protein, sesqueterpenes, vitamin A, B1, dan B2.
Efek farmakologis daun alpukat adalah peluruh kencing (diuretik) dan astringen. Selain itu, daun dan kulit ranting memiliki efek farmakologis, seperti peluruh kentut (karminatif), penyembuh batuk, pelancar menstruasi, emollient, dan antibakteri.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tanaman alpukat dilakukan dengan biji, setek, dan cangkok. Alpukat dirawat dengan penyiraman air, dijaga kelembapan tanahnya, dipupuk dengan pupuk organik, dan tumbuhan ini menghendaki cukup matahari.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daging buah, daun, dan biji alpukat dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.
1. Darah tinggi dan sakit kepala
Cuci bersih 3—5 helai daun alpukat segar sampai bersih, seduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin, minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari.
2. Gigi berlubang
Ambil biji alpukat secukupnya, bersihkan, lalu tumbuk sampai halus. Masukkan hasil tumbukan ke dalam gigi berlubang.
3. Kencing batu
Cuci bersih 7 helai daun alpukat segar, seduh dengan ½ gelas air panas, lalu minum sekaligus. Lakukan secara rutin 2 kah sehari setiap pagi dan sore sampai batu penyumbat kencing keluar.
4. Kulit wajah kering
Lumatkan daging buah alpukat secukupnya sampal halus, oleskan merata pada wajah, lalu biarkan sekitar 3—5 menit sampai kering. Bilas wajah dengan air hangat sampai bersih lalu olesi dengan es batu. Lakukan setiap pagi hari dan malam hari sebelum tidur.
5. Kencing manis
Panggang biji alpukat di atas api, potong kecil-kecil, lalu rebus sampai mendidih dan warnanya berubah menjadi cokelat. Saring hasil rebusan lalu minum sekaligus. Lakukan secara rutin 1 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
6. Nyeri saraf dan nyeri lambung
Cuci bersih 3—6 lembar daun alpukat lalu seduh atan rebus dengan 1 gelas air sampai mendidih. Setelah dingin, minuin air seduhan 1 kali sehari.
7. Sariawan
Haluskan 1 butir daging buah alpukat, campur dengan 2 sendok makan madu murni, aduk sampai rata, lalu makan sekaligus. Ulangi sampai sariawan sembuh.

ALANG-ALANG


A. NAMA
1. Nama Ilmiah: Imperata cyhindrica (L.)
2. Nama daerah : neleleng laku (Aceh), rih (Batak), alalang (Minangkabau), lioh (Lampung), alang-alang (Jawa), ki eurih (Sunda), lalanyg(Madura), ambengan (Bali), halalang (Kalimantan), dan kalepip (Irian).
3. Nama asing : –

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Alang-alang memiliki rasa manis dan bersifat sejuk. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam alang-alang di antaranya manitol, glukosa, sukrosa, malic acid, citric acid, coixal, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, logam alkali, saponin, tanin, dan polifenol.
Efek fannakologis yang dimiliki oleh alang-alang di antaranya penurun panas, peluruh kencing (diuretik), menghentikan pendarahan (hemostatik), menghilangkan haus, dan masuk meridian paru-paru, lambung, serta usus kecil.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan alang-alang dilakukan dengan rimpang dan akar tinggal. Alang-alang sangat mudah tumbuh. Jika sengaja ditanam, alang-alang dirawat dengan disiram air, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Akar alang-alang, baik dalam kondisi segar maupun kering, dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa permasalahan kesehatan dan penyakit. Penggunaannya dengan membuat minuman alang-alang yang berbentuk seperti minuman teh. Berikut ini beberapa manfaat alang-alang dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan penyakit.

1. Hepatitis akut menular
Cuci bersih 6o g akar alang-alang kering lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan 2 kali sehari, masihg-masing ½ gelas. Lakukan pengobatan selama 10 hail.
2. Kencing berdarah
Cuci bersih 100 g akar alang-alang segar sampai bersih, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 8 gelas air. Setelah tersisa 4 gelas, bagi menjadi 3 bagian yang sama untuk diminum 3kali sehari.
3. Kencing nanah
Cud 300 g akar alang-alang segar sampai bersih lalu potong kecil-kecil menjadi beberapa bagian. Rebus potongan akar tersebut dengan 8 gelas air sampai tersisa 5 gelas. Bagi menjadi 3 bagian yang sama lalu minnm 3 kali sehari masing-masing 1 bagian.
4. Muntah darah
Cuci 30—60 g akar alang-alang segar sampai bersih lalu potong-potong. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa I gelas. Setelah dingin, minum sekaligus 1 kali sehari. Lakukan secara rutin sampai sembuh.
5. Mimisan
Cnci bersih akar alang-alang segar secukupnya, tumbuk, lalu peras untuk memperoleh air sebanyak 100 ml. Saring air perasannya lain minum sekaligus 1 kali sehari. Selain cara tersebut, mimisan juga dapat diobati dengan 30 g akar alang-alang yang dipotong-potong kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, minum air rebusan tersebut sekaligus habis.
6. Peluruh kencing
Cuci bersih 10 g akar alang-alang segar lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 gelas sehari.
7. Radang ginjal akut
Cuci bersih 60—120 g akar alang-alang segar lalu potong kecil-kecil. Rebus potongan akar dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Kontra indikasi : bagi penderita lambung lemah dan banyak kencing dilarang minum ramuan ini.

AJERAN


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Bidens pilosa L., Bidens leucantha Wild., Bidens sundaica Bl.
2. Nama daerah : ambong-ambong (Melayu); ketul-ketul kebo, ketul sapi (Jawa); cinglancingan (Madura); hareuga (Sunda); rai-raisu (Maluku).
3. Nama asing : jin zhan yin pan (Cina).
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Ajeran memiliki rasa pahit dan sifatnya agak dingin. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam ajeran di antaranya phytosterin B.
Efek farmakologis yang dimiliki ajeran di antaranya anti-piretik (penurun panas), antiradang, menghentikan pendarahan, melancarkan peredaran darah, dan sebagai astringen.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan ajeran dilakukan dengan biji. Ajeran dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dipupuk dengan pupuk organik, dan ditanam di tempat yang cukup matahari.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian akar, daun, dan seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, baik pengobatan mar maupun pengobatan dalam.
1. Pengobatan luar
Pengobatan luar dilakukan untuk mengobati radang kulit bernanah (piodermi), gigitan ular, memar karena benturan atau pukulan, wasir, dan gatal-gatal.
Caranya, tumbuk herba segar dan tempelkan pada bagian yang sakit. Cara lain campur air secukupnya pada hasil tumbukan herba, masak sampai mendidih, lalu gunakan untuk mencuci bagian yang sakit.
Untuk kulit yang terkena koreng, panaskan daun ajeran di atas api sampai layu lalu tempelkan pada bagian yang sakit.

2. Pengobatan dalam
Ajeran dapat digunakan sebagai obat dalam terutama untuk beberapa penyakit sebagai berikut.
a. Demam, influenza, dan sakit tenggorokan
Rebus 15—120 g herba ajeran dengan 4 gelas air sampai rebusan tersisa 1 ½ geias lalu bagi menjadi 2 bagian yang sama. Minum 2 kali sehari secara teratur masing-masing 1 bagian.

b. Gatai-gatal (pruritis)
Cuci bersih 100 g daun ajeran, rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 1 ½ geias, lain buat menjadi 2 bagian yang sama. Minum ramuan 2 kaii sehari, masing-masing 1 bagian.

c. Infeksi hepatitis (acute invectious hepatitis)
Rebus 120 g daun ajeran dengan 4 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas lalu bagi menjadi 2 bagian yang sama. Minum 2 kali sehari secara teratur masing-masing 1 bagian.

d. Mencret (gastroenteritis)
Cuci bersih 15—120 g daun ajeran lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu buat menjadi 2 bagian yang sama. Minum 2 kali sehari secara teratur masing-masing 1 bagian.
e. Rematik sendi
f.
Cuci bersih 100 g daun ajeran lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Buat menjadi 2 bagian yang saina lalu minum 2 kali sehari secara teratur masing-masing 1 bagian.

g. Radang selaput otak (ecephalitis epidemica)
Cuci bersih 15—30 g daun ajeran dan 30—90 g akar kemuning (Murraya paniculata). Rebus bahan tersebut dengan 4 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Hasil rebusan ini digunakan untuk 2 kali minum. Akan tetapi, untuk penyakit yang berat, minum 1 ½ gelas sekaligus dengan frekuensi 2 kali sehari.

h. Radang usus buntu (acute apendixiitis)
Cuci bersih 15—120 g daun ajeran dan 30—60 g bawang putih (Allium sativum). Rebus bahan tersebut dengan 4 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Buat menjadi 2 bagian lain minum 2 kali sehari, masing-masing 1 bagian.

i. Sakit gigi
Cuci bersih daun ajeran secukupnya lalu kunyah untuk diambil airnya sambil diarahkan di bagian gigi yang sakit. Jika air daun ajeran tidak lagi diperoleh, buang daun yang dikunyah.

j. Wasir (haemorhoids)
Selain diobati melalui pengobatan luar, wasir juga dapat diobati dengan ajeran melalui pemakaian dalam. Caranya, rebus 15—120 g daun ajeran dengan 4 gelas air sampai tersisa ½ gelas, lalu bagi menjadi 2 bagian yang sama. Minum 2 kali sehari secara teratur masing-masing 1 bagian.

ADAS


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Foeniculum vulgare Mill.
2. Nama daerah : adas manis (Minangkabau), adas (Jawa), das pedas (Aceh), adhas (Madura), hades (Sunda), adase (Bugis), rempuse (Makasar), popaas (Manado), denggu-denggu (Gorontalo), adas (Bali), wala wungu (Sumbawa), kumpasi (Sangir Talaud).
3. Nama asing : fennel (Inggris), hsiao hui (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Buahnya memiiki rasa manis, pedas, berbau aromatik, dan bersifat menghangatkan. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam adas diantaranya minyak asiri 0,3—6%, anethol 5o—6o%, fanchom, metil chavicol, dan anis keton. Selain itu, adas juga mengandung senyawa kimia, seperti kamfena, limonena,1,8 sineol, arginin, ß-sitosterol, dianethole, rutin, dan stigmasterol.
Efek farmakologis yang dlimiliki oleh adas diantaranya menambah daya tahan tubuh, obat flu, anti-kholinesterase, mengatasi ejakulasi dini, merangsang ereksi, anastesi, merangsang keringat, penguat hepar, serta perangsang saraf pusat, mencegah kemandulan, memperkuat daya hidup sperma, pemicu pengeluaran hormon androgen, melemahkan potensi sperma, merangsang pengeluaran hormon estrogen, penambah semangat, dan vitalitas. Adas juga berperan dalam menghambat pengeluaran enzim aldose-reduktase, fosfodiesterase, dan lipoksiginase. Selain itu, adas dapat memperlambat penuaan, merangsang terjadlinya ovulasi, dan melindungi hati dan segala gangguan dan racun (antihepatotoksik). Stigmasterol pada buah adas dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan hormon steroid atau obat KB. Adas juga sering digunakan sebagai penyempurna atau pengharum rasa obat (corrigens) dan pengawet alami bahan makanan tanpa efek samping.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan adas dilakukan dengan biji. Adas dirawat dengan disiram air yang cukup, dipupuk dengan pupuk organik, dan dilakukan pengendalian hama serta penyakit.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian akar, daun, dan buah adas dapat digunakan untuk pengobatan penyakit serta bahan campuran obat supaya khasiatnya lebih lengkap. Adas dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Batu empedu
Cuci 5 g buah adas kering, seduh dengan 1 gelas air, lalu dinginkan. Minum sekaligus 1 gelas sehari.
2. Pencegah dan penyembuh impoten
Campur 10 g adas, 25 g pulosari, 10 g bawang putih, 25 g merica, dan 25 g kunyit menjadi satu. Tumbuk halus bahan-bahan tersebut lalu tambahkan air panas secukupnya sehingga membentuk larutan. Tambahkan 1 sendok makan madu murni, 2 butir kuning telur ayam kampung, lalu aduk sampai rata. Minum larutan 2—3 jam setelah makan malam dan lakukan 1 kali sehani selama 1 bulan.
3. Pencegahan terhadap tumor dan kanker
Cuci bersih 5 g buah adas, 100 g akar alang-alang, dan 1 – 2 batang benalu teh (Loranthus sp). Rebus semua bahan dengan 2 gelas sampai tersisa 1 gelas lalu dinginkan. Saing air rebusannya lalu minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.
4. Sariawan
Cuci bersih 15 g buah adas dan 15 g kulit kayu manis yang telah ditumbuk halus. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air. Masukkan ke dalamnya 10 g kunyit yang telah diiris tipis-tipis sampai. Setelah tersisa 2 gelas, dinginkan, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Ulangi pengobatan secara rutin selama 7 hari.